x

DWP Sulbar Dorong Penguatan Literasi Informasi di Tengah Arus Digital

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Mei 2026 15:30 9 Redaksi

SINARSORE.ID, MAMUJU – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Barat Bidang Pendidikan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulbar, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Pandu Literasi Digital Kemenkomdigi RI, Shalahuddin, Dosen FISIP Hukum Unsulbar sekaligus Maheswara Pratama BPIP RI, Farhanuddin, serta Penulis dan Duta Baca Sulbar, Muhammad Ridwan Alimuddin.

Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari pustakawan, tenaga perpustakaan, guru, dan pegiat literasi.

Bimtek dibuka langsung Sekretaris Daerah Sulawesi Barat, Junda Maulana, mewakili Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.

Dalam sambutannya, Junda Maulana menegaskan pentingnya literasi informasi di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial saat ini. Menurutnya, informasi dapat menjadi pendukung pembangunan, namun juga bisa menjadi penghambat apabila tidak dikelola secara baik dan benar.

“Ketika berita yang diterima itu baik dan kita informasikan kembali secara benar, maka itu akan berdampak baik. Tapi kalau buruk dan disebarkan tanpa dianalisis, maka dampaknya juga buruk,” ujar Junda Maulana.

Ia juga mengibaratkan pentingnya literasi informasi seperti kompas dalam perjalanan di tengah samudera.

“Tanpa informasi yang baik dan kemampuan mengelolanya, ibarat mengarungi samudera tanpa kompas. Kita bisa tersesat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DWP Sulbar, Nurwaty Junda, menyampaikan bahwa literasi informasi merupakan kemampuan seseorang untuk mengetahui kapan membutuhkan informasi, bagaimana memperoleh informasi, mengelola, hingga menyebarkannya secara tepat.

Menurutnya, rendahnya kemampuan literasi informasi membuat masyarakat mudah terpengaruh oleh informasi yang diterima, khususnya di media sosial.

“Kadang tanpa literasi informasi, kita mudah sekali terpengaruh dengan informasi yang diterima. Apalagi di media sosial, banyak orang menerima informasi tanpa mencerna dan menganalisis, lalu langsung membagikannya kembali,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulbar, Mustari Mula, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terkait literasi informasi serta kemampuan dalam mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara efektif.

“Selain itu, kegiatan ini juga mendukung peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan pembelajaran, serta mendorong penguatan jejaring dan kolaborasi antar pegiat literasi,” kata Mustari Mula.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA
x