x

DLHK Sulbar Gelar Sekolah Lapang Iklim 2026 di Mamuju, Perkuat Edukasi Generasi Muda Hadapi Perubahan Iklim

waktu baca 3 menit
Jumat, 22 Mei 2026 12:03 8 Redaksi

SINARSORE.ID, MAMUJU – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat bekerja sama dengan Yayasan Sulawesi Cipta Forum melaksanakan Kegiatan Sekolah Lapang Iklim Tahun 2026 melalui penyaluran dana RBP REDD+ Output 2. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 20 hingga 21 Mei 2026, bertempat di SMP-SMA IT Wildan Mamuju, Kabupaten Mamuju.

Kegiatan Sekolah Lapang Iklim dibuka secara resmi oleh Kepala DLHK Sulbar, Zulkifli Manggazali, yang sekaligus memberikan sambutan dan penyematan ID card secara simbolis kepada perwakilan peserta sebagai tanda dimulainya kegiatan.

Dalam sambutannya, Zulkifli Manggazali menyampaikan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan global yang saat ini telah memberikan dampak nyata terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Peningkatan suhu bumi, cuaca ekstrem, hingga berbagai bencana lingkungan menjadi bukti bahwa upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim harus terus diperkuat,” tegas Zulkifli.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan berbagai kebijakan untuk menghadapi perubahan iklim, salah satunya melalui Program Komunitas Untuk Iklim (ProKlim) yang mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca.

“Setiap hari kita mendengar bahkan melihat langsung kejadian bencana alam di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari banjir, longsor, angin kencang, hujan ekstrem hingga gempa dan gunung meletus. Tentu kita memahami bahwa kondisi tersebut tidak terjadi begitu saja, tetapi ada faktor pemicu yang salah satunya dipengaruhi oleh perubahan iklim ekstrem,” ungkapnya.

Melalui kerja sama antara DLHK Sulbar dan Yayasan Sulawesi Cipta Forum, kegiatan Sekolah Lapang Iklim dilaksanakan di berbagai lokasi ProKlim khususnya di Kabupaten Mamuju dan Majene dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi serta mengendalikan dampak perubahan iklim.

Kegiatan ini juga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan lingkungan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan kebencanaan.

Kepala DLHK Sulbar juga menekankan pentingnya edukasi sejak dini kepada generasi muda agar memiliki pemahaman yang lebih baik terkait perubahan iklim dan kesiapsiagaan bencana.

“Melalui kegiatan ini peserta tidak hanya mendapatkan materi terkait perubahan cuaca dan iklim, tetapi juga pembelajaran tentang adaptasi perubahan iklim, pengelolaan sampah, praktik pemilahan sampah, hingga materi kebencanaan yang dibimbing langsung oleh para narasumber melalui praktik lapangan,” tambahnya.

Selain menjadi sarana transfer pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman antar peserta serta narasumber dalam membangun kesadaran lingkungan dan budaya tanggap iklim di kalangan pelajar.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah, Ustadz Amiruddin, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai Sekolah Lapang Iklim merupakan langkah strategis dan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sadar iklim.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi menjadi upaya membangun generasi yang sadar iklim. Kami berharap peserta dapat belajar secara langsung, interaktif, dan praktis di lapangan,” ujarnya.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini diantaranya, Kepala Bidang PSLB3 dan PPKL, Alexander Bontong, memberikan materi mengenai pengenalan cuaca dan iklim serta pemilahan sampah kepada para peserta, Syukriah yang membawakan materi dan praktik terkait perubahan iklim serta kebencanaan.

Melalui kegiatan Sekolah Lapang Iklim Tahun 2026 ini, DLHK Sulbar berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang peduli lingkungan, tangguh menghadapi perubahan iklim, serta aktif dalam mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Sulawesi Barat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA
x