x

Manakarra Fair 2026 Sukses Gerakkan Ekonomi, Konsep Outdoor Disiapkan untuk 2027

waktu baca 3 menit
Minggu, 12 Jul 2026 21:36 18 Redaksi

SINARSORE.ID, MAMUJU – Pelaksana Manakarra Fair, Veronica Wijaya menilai pelaksanaan Manakarra Fair 2026 berhasil mencapai tujuan utama, yakni menggerakkan roda perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM serta memberikan ruang bagi komunitas kreatif di Sulawesi Barat (Sulbar).

Menurut Veronica Wijaya, meski jumlah pengunjung tahun ini diperkirakan tidak mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun lalu, antusiasme pelaku usaha tetap sangat tinggi. Hasil akhir jumlah pengunjung masih menunggu rekapitulasi hingga penutupan kegiatan.

“Alhamdulillah target kami sudah tercapai. Secara traffic mungkin kurang lebih sama dengan tahun lalu, tetapi yang paling penting UMKM senang karena bisa berjualan dari pagi sampai malam. Api di dapur mereka terus mengepul dan tidak ada yang kecewa,” kata Veronica Wijaya, Minggu, 12 Juli 2026.

Ia menjelaskan, fokus utama penyelenggara bukan semata mengejar jumlah pengunjung, tetapi memastikan perputaran ekonomi berjalan baik. Selain itu, Manakarra Fair juga menjadi wadah bagi komunitas, musisi, penyanyi, hingga pelaku seni untuk menampilkan karya mereka.

“Tahun ini kami sengaja memberikan kesempatan kepada banyak talenta baru. Yang sebelumnya sering tampil, kali ini kami beri ruang kepada yang lain sebagai bagian dari pencarian potensi untuk event tahun depan,” ujarnya.

Veronica Wijaya juga memastikan Manakarra Fair akan kembali mengusung konsep festival luar ruang (outdoor) pada penyelenggaraan tahun depan setelah dua tahun berturut-turut digelar di Maleo Town Square Mall.

“Kami sudah menyampaikan saat closing di panggung bahwa tahun depan Manakarra Fair akan kembali outdoor. Kami ingin menghadirkan lagi suasana festival seperti dulu, meski tantangannya jauh lebih besar dibanding di dalam mall,” ungkap Veronica Wijaya.

Menurutnya, penyelenggaraan festival outdoor memiliki tantangan tersendiri, mulai dari pengaturan waktu, kondisi cuaca, hingga kebutuhan konsep yang lebih matang. Karena itu, pihaknya tengah menyiapkan konsep baru agar masyarakat kembali merasakan atmosfer festival yang berbeda.

Ia mengungkapkan salah satu tantangan tahun ini adalah bertepatan dengan penyelenggaraan Piala Dunia yang memengaruhi jumlah pengunjung pada siang hari.

“Awalnya kami sempat bertanya-tanya kenapa siang hari lebih sepi dibanding tahun lalu. Ternyata banyak masyarakat yang memilih menonton Piala Dunia. Dampaknya terasa sampai ke event ini,” katanya.

Ke depan, Veronica Wijaya berharap Manakarra Fair terus menjadi ruang lahirnya inovasi produk lokal. Menurutnya, festival tersebut lebih mengutamakan kreativitas dibanding sekadar mempertahankan produk yang sudah dikenal.

“Harapan kami produk-produk Mamuju terus berinovasi. Setelah tampil di Manakarra Fair, mereka bisa mendapat pasar yang lebih luas dan memiliki pelanggan tetap. Begitu juga dengan penari maupun komunitas seni, semoga semakin banyak mendapat kesempatan tampil di berbagai event,” tutur Veronica Wijaya.

Terkait dukungan anggaran, Veronica Wijaya mengaku penyelenggaraan Manakarra Fair selama ini mengandalkan konsistensi dan kerja keras tim karena besaran anggaran tidak mengalami perubahan sejak pertama kali digelar pada 2016.

“Sejak 2016 sampai sekarang anggarannya tidak berubah. Kami menyelenggarakan event ini dengan penuh tanggung jawab. Mau untung atau minus, yang terpenting Manakarra Fair tetap terlaksana dengan baik. Ini soal harga diri kami. Kalau nanti mendapat dukungan yang lebih baik tentu kami bersyukur, kalau belum ya kami akan terus bekerja lebih keras mencari stakeholder,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA
x