x

UPTD Air Bersih Mateng Genjot Kualitas Layanan, Penguatan Kelembagaan Terus Diupayakan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 25 Jul 2026 17:36 8 Redaksi

SINARSORE.ID, MATENG – UPTD Air Bersih Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) terus melakukan berbagai pembenahan guna meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat. Di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan infrastruktur, hingga meningkatnya kebutuhan pelanggan, penguatan sistem pelayanan, pemeliharaan jaringan, dan transformasi digital menjadi fokus utama yang terus dioptimalkan.

Kepala UPTD Air Bersih Kabupaten Mateng, Amiruddin mengungkapkan bahwa cakupan akses air minum layak dan aman di Kabupaten Mamuju Tengah saat ini telah mencapai sekitar 72 persen. Sementara layanan yang dikelola UPTD Air Bersih telah menjangkau 5.444 sambungan rumah (SR) yang tersebar pada lima Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK), yakni Karossa, Tobadak, Karondang, Topoyo, dan KTM.

Dalam wawancara di Kantor UPTD Air Bersih Kabupaten Mamuju Tengah, Sabtu (25/7/2026), Amiruddin menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan pelayanan dasar yang harus terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas maupun kontinuitas distribusi kepada masyarakat.

“Kami menyadari bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan distribusi, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber air baku agar masyarakat memperoleh layanan yang semakin baik,” ujar Amiruddin.

Ia menjelaskan, SPAM IKK Karossa hingga kini menjadi unit pelayanan dengan performa paling optimal karena didukung ketersediaan sumber air baku yang stabil. Sementara itu, SPAM IKK Topoyo masih menjadi wilayah yang paling sering mengalami kendala akibat menurunnya debit air dari Bendungan Pedada ketika musim kemarau.

Menghadapi kondisi tersebut, UPTD Air Bersih melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pompanisasi Sungai Budong-Budong saat debit air menurun hingga mengedukasi masyarakat di kawasan hulu agar menjaga kelestarian lingkungan dan tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan. Upaya konservasi dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber air baku.

Selain menjaga pasokan air, UPTD juga terus melakukan pemeliharaan jaringan distribusi. Tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) saat ini berada pada kisaran 5–7 persen, yang sebagian besar disebabkan kebocoran pipa induk akibat posisinya berada di bawah badan jalan sehingga rentan terhadap beban kendaraan berat. Karena itu, pembangunan maupun rehabilitasi jaringan perpipaan akan mengedepankan standar teknis yang lebih baik untuk meminimalkan potensi kebocoran di masa mendatang.

Di sisi pelayanan, UPTD Air Bersih juga mulai mengembangkan sistem pembayaran berbasis digital melalui berbagai platform pembayaran daring. Langkah tersebut dinilai mampu mempermudah masyarakat dalam membayar rekening air sekaligus membantu menekan angka tunggakan pelanggan.

Terkait kelembagaan, Amiruddin menjelaskan bahwa status UPTD Air Bersih saat ini masih berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Namun, ke depan pemerintah daerah mengupayakan peningkatan status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar pengelolaan layanan air bersih memiliki fleksibilitas yang lebih baik dalam mendukung operasional dan peningkatan kualitas pelayanan.

“Saat ini status kami masih UPTD. Ke depan diupayakan dapat menjadi BLUD sehingga pengelolaan layanan air bersih menjadi lebih optimal, khususnya dalam mendukung kebutuhan operasional, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelas Amiruddin.

Selain itu, UPTD Air Bersih juga menargetkan perluasan layanan ke sejumlah desa yang masih mengandalkan sumur gali maupun air sungai. Pengembangan tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa, pengelola KPSPAM, serta penyusunan dokumen readiness criteria sebagai dasar pengusulan pembangunan SPAM baru sesuai potensi sumber air di masing-masing wilayah.

Menutup wawancara, Amiruddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian sumber daya air sebagai tanggung jawab bersama.

“Pelayanan air bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kami berharap masyarakat turut menjaga kawasan hulu, melestarikan sumber air, dan menggunakan air secara bijak. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis pelayanan air bersih di Kabupaten Mamuju Tengah akan semakin baik dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat,” pungkasnya.

Laporan: Fikran Zikry Rahman

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA
x