x

Start Sempat Diulang, Syamsul Samad: Sportivitas Passandeq Patut Diteladani

waktu baca 2 menit
Minggu, 27 Sep 2026 00:45 6 Redaksi

SINARSORE.ID, MAJENE – Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad menekankan pentingnya nilai sportivitas dalam pelaksanaan Sandeq Silumba.

Hal itu disampaikannya dalam pesta rakyat di Kecamatan Pamboang yang dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada juara 1, 2, dan 3 Grup A serta Grup B pada etape pertama, Sabtu 26 September 2026.

Dalam sambutannya, Syamsul Samad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Sandeq Silumba 2026, baik pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Majene, maupun Kecamatan Pamboang.

Ia mengatakan, pelaksanaan Sandeq Silumba bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya maritim yang menjadi identitas masyarakat Mandar.

“Tujuannya adalah menjaga kelestarian budaya maritim kita yang menjadi identitas kita sebagai masyarakat Mandar, yaitu sandeq,” ujar Syamsul Samad.

Menurutnya, sandeq merepresentasikan berbagai karakter yang melekat pada masyarakat Mandar, seperti ketangkasan, keberanian, kejujuran, dan sportivitas.

Nilai tersebut, kata dia, terlihat dalam pelaksanaan start etape pertama di Pantai Banua Sendana. Saat itu, sempat terjadi kesalahpahaman ketika terdengar bunyi-bunyian sebelum adanya komando resmi dari Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar).

Sejumlah perahu sandeq kemudian bergerak mengira bunyi tersebut sebagai tanda dimulainya perlombaan. Namun, setelah panitia menyampaikan bahwa bunyi tersebut bukan merupakan tanda start, para passandeq bersedia kembali ke posisi semula.

Syamsul Samad menilai, sikap tersebut menjadi contoh nyata sportivitas para passandeq. Mereka kembali masuk dan berbaris dengan rapi untuk mengikuti start setelah panitia melakukan persiapan ulang.

“Masuk kembali, kemudian disusun dengan rapi, dengan keikhlasan tanpa ada yang marah. Lalu kemudian Pak Gubernur keluar lagi untuk melepaskan,” katanya.

Ia menilai kejadian tersebut menunjukkan bahwa semangat sportivitas tidak hanya menjadi bagian dari perlombaan, tetapi juga merupakan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena itulah kenapa ini perlu dilestarikan dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Syamsul Samad.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA
x