x

Penentuan Lokasi Kongres PSSI Sulbar Harus Lewat Voting, Bukan Keputusan Sepihak

waktu baca 2 menit
Minggu, 30 Nov 2025 23:32 42 Redaksi

SINARSORE.ID, MAMUJU – Beredar informasi bahwa Kongres Pemilihan Asprov PSSI Sulawesi Barat (Sulbar) akan digelar di Kabupaten Pasangkayu. Namun kabar tersebut ditegaskan tidak benar oleh anggota Exco PSSI Sulbar, Bayu Aditya, yang hadir dalam rapat virtual pada Sabtu, 29 November 2025.

Bayu Aditya menegaskan, dalam rapat tersebut tidak pernah ada kesepakatan apa pun mengenai lokasi Kongres. Pertemuan yang berlangsung melalui Zoom itu hanya sebatas penyampaian informasi awal dan pembahasan persiapan agenda Kongres, tanpa menghasilkan keputusan formal.

“Tidak ada kesepakatan forum terkait tempat pelaksanaan Kongres. Rapat itu hanya penyampaian informasi awal,” jelas Bayu Aditya.

Lebih jauh, Bayu menjelaskan bahwa Statuta PSSI tidak memberikan kewenangan kepada Ketua Asprov untuk menentukan lokasi Kongres secara sepihak. Berdasarkan Pasal 27 Statuta PSSI, penentuan tempat Kongres harus diputuskan oleh peserta melalui mekanisme pemungutan suara minimal 50 persen plus 1.

“Karena itu, tidak benar apabila ada anggapan bahwa Ketua Asprov dapat menentukan lokasi secara sepihak,” tegasnya.

Bayu Aditya juga menyoroti pelaksanaan Kongres Biasa di Pasangkayu yang dinilai cacat prosedural. Menurutnya, tidak ada kesepakatan forum terkait pemilihan lokasi dan tidak ada berita acara resmi yang dibuat. Jika kemudian muncul dokumen yang mengatasnamakan keputusan forum, maka dokumen tersebut dinilai tidak sah.

“Kalau ada berita acara yang mengatasnamakan keputusan forum, itu tidak sah. Karena tidak pernah dibahas, tidak disaksikan, dan tidak ditandatangani oleh peserta rapat,” pungkas Bayu Aditya.

Bayu Aditya menegaskan, dirinya bersama anggota Exco lainnya menolak setiap narasi yang menyebut seolah-olah Kongres Pemilihan telah disepakati berlangsung di Pasangkayu. Hingga kini, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari PSSI Pusat.

Ia berharap PSSI Pusat mempertimbangkan Mamuju sebagai lokasi pelaksanaan Kongres, sesuai statusnya sebagai ibu kota provinsi dan wilayah paling strategis bagi seluruh peserta.

“Dari sisi aksesibilitas, Mamuju paling strategis dan mudah dijangkau. Dua kali Kongres sebelumnya juga sudah digelar di Pasangkayu, tidak logis bila kembali ditempatkan di kabupaten paling ujung,” tuturnya.

Bayu meyakini PSSI Pusat akan mempertimbangkan aspek geografis dan kelayakan teknis sebelum menetapkan lokasi resmi Kongres mendatang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA
x