x

Dari Tawa hingga Doa, Laga Legenda Sulbar Kenang Dedikasi Salim S Mengga

waktu baca 3 menit
Minggu, 1 Feb 2026 11:03 25 Redaksi

SINARSORE.ID, MAMUJU – Stadion Manakarra Mamuju menjadi saksi pertemuan para bintang sepak bola legendaris Sulawesi Barat (Sulbar) dalam laga uji coba persahabatan antara Gasman Majene melawan Persemaju Mamuju, Sabtu, 31 Januari 2026.

Pertandingan ini bukan sekadar ajang adu taktik, melainkan momen emosional untuk mempererat silaturahmi sekaligus penghormatan bagi sang Jenderal.

Sebelum peluit kick-off dibunyikan, suasana haru menyelimuti lapangan. Para pemain dari kedua tim melakukan seremonial doa bersama untuk almarhum Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga.

Tokoh sepak bola Sulbar, Febrianto Wijaya mengungkapkan, bahwa laga ini memang dirancang sebagai ajang All-Star bagi pesepak bola yang berdomisili di Majene dan Mamuju. Bahkan laga ini sudah diagendakan sejak pekan lalu,

“Ada mantan pemain professional dan beberapa yang bermain di liga domestik kita,” kata Febrianto Wijaya.

Di hari yang sama, wafatnya salah satu tokoh kharismatik, yakni Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga. Para pesepakbola senior dari dua kabupaten tersebut melakukan seremonial doa bersama.

“Pemikiran-pemikiran beliau terhadap Sulbar, terutama dedikasinya di dunia sepak bola, sangat kita rasakan. Laga ini adalah bentuk terima kasih kami atas jasa beliau,” ujar Febrianto Wijaya dengan mata berkaca-kaca di pinggir lapangan.

Pertandingan berjalan dengan nuansa Fun Football. Meski tensi permainan tetap terlihat, tawa dan canda kerap pecah di tengah lapangan. Arwan Aras, yang turut bermain, mengakui tantangan fisik yang dihadapi para pemain di usia kepala empat.

“Alhamdulillah, nuansanya sangat akrab. Kita masih punya skill, tapi stamina sudah ‘ampun’. Di usia hampir 41 tahun, main 15 menit saja sudah luar biasa, lewat dari itu sudah ngos-ngosan,” urai Arwan Aras saat turun minum.

Senada dengan Arwan, legenda hidup sepak bola Indonesia asal Mamuju, Iswadi Syukur, menyebut laga ini sebagai pembakar semangat masa muda. Iswadi yang memiliki rekam jejak panjang di Liga 1 bersama PSM Makassar hingga Barito Putera, mengaku semangatnya masih membara meski fisik tak lagi prima.

“Kalau semangat masih membara, tapi napas sudah tidak sama lagi,” ucap Iswadi yang kini berusia 40 tahun namun tetap mampu bermain 2 kali 30 menit.

Dari kubu Gasman Majene, Suaib menilai timnya memberikan perlawanan yang seimbang karena diperkuat oleh deretan pemain eks Liga 1. Nama-nama seperti Munirul, Abu Bakar, Usman, dan Reza turun memperkuat formasi Majene.

Munirul, salah satu pemain senior asal Majene yang kini berusia 42 tahun, menambahkan bahwa pertemuan ini adalah momen langka.

“Ini adalah panggung bagi kami untuk mengenang masa-masa aktif dulu. Meskipun ini laga persahabatan, bertemu rekan-rekan lama di lapangan selalu memberikan energi positif. Kami ingin menunjukkan bahwa dedikasi terhadap sepak bola tidak akan luntur dimakan usia,” ungkapnya.

Laga ini berakhir dengan penuh kehangatan, membuktikan bahwa sepak bola adalah alat pemersatu yang paling ampuh bagi masyarakat Sulbar, melampaui sekat usia dan rivalitas masa lalu.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA
x