x

Kepsek SDN 007 Botteng Bantah Liburkan Sekolah di Luar Kalender Akademik

waktu baca 2 menit
Sabtu, 14 Feb 2026 12:42 18 Redaksi

SINARSORE.ID, MAMASA – Kepala SDN 007 Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Husnia memberikan klarifikasi terkait viralnya dugaan bahwa pihak sekolah meliburkan aktivitas belajar mengajar di luar kalender resmi akademik.

Husnia menegaskan, tudingan tersebut tidak benar. Ia memastikan bahwa sekolah yang dipimpinnya tidak pernah meliburkan kegiatan belajar mengajar di luar ketentuan kalender akademik yang telah ditetapkan.

“Setiap hari sekolah kami tidak pernah kosong. Selalu ada guru yang standby,” tegas Husnia.

Ia menjelaskan, saat ini jumlah tenaga pengajar di sekolah tersebut hanya enam orang guru. Sementara total siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 hanya berjumlah 22 orang. Menurutnya, kondisi jumlah siswa yang minim membuat tingkat kehadiran di setiap kelas sangat sedikit. Bahkan dalam satu kelas, terkadang hanya dua siswa yang hadir.

“Bahkan biasa guru ke sekolah tapi tidak ada siswa yang datang. Muridnya biasa dalam satu kelas dua orang yang hadir,” ujarnya.

Husnia juga mengaku kaget saat mengetahui sekolahnya viral di media sosial. Ia mengatakan, pada hari Rabu dirinya masih masuk sekolah bersama para guru. Namun pada Kamis dirinya tidak ke sekolah.

“Kalau di sana pak, kan saya masuk hari Rabu. Hari Kamis masuk berita. Hari Rabu saya masih ke sekolah bersama guru-guru di sana. Setelah hari Kamis, terus terang saya tidak ke sekolah. Pas sorenya, karena HP saya tidak aktif, sore baru aktif jadi saya lihat beritanya. Jadi saya juga kaget,” ungkap Husnia.

Meski demikian, ia memastikan bahwa dirinya selalu menginstruksikan kepada seluruh guru untuk tetap melaksanakan tugas mengajar, meskipun hanya satu siswa yang hadir di kelas.

“Sebagai kepala sekolah, saya selalu perintahkan guru untuk tetap mengajar walaupun hanya satu orang siswa yang hadir,” tuturnya.

Husnia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat serta menghindari kesalahpahaman terkait aktivitas belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA
x