SINARSORE.ID, POLMAN – Semangat pelayanan publik tetap terjaga meski dalam suasana pasca libur Lebaran dan juga penerapan skema Work From Anywhere (WFA). Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat melalui UPTD Pelayanan Pajak Polewali Mandar (Polman) kembali mengintensifkan layanan Samsat Keliling (Samkel) dengan menyasar pusat aktivitas masyarakat di Pasar Tinambung, Rabu 25 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, UPTD Pelayanan Pajak Polman berhasil membukukan penerimaan sebesar Rp8.037.600 yang langsung masuk ke kas daerah. Penerimaan ini berasal dari pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan rincian 2 unit kendaraan roda empat dan 13 unit kendaraan roda dua.
Kepala UPTD Pelayanan Pajak Polman, Syarifah Husni menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jemput bola guna memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban pajaknya tanpa harus datang ke kantor Samsat.
“Pasca libur Lebaran, kami langsung bergerak cepat. Meski dalam kondisi WFA, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas. Kehadiran Samkel di Pasar Tinambung ini untuk mendekatkan layanan sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pasar Tinambung dipilih sebagai lokasi pelayanan karena merupakan salah satu pusat keramaian yang memiliki potensi transaksi tinggi, sehingga efektif dalam menjangkau masyarakat secara langsung.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Bapenda Sulbar dalam mendukung misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang merata dan berkualitas.
Sementara itu, Kepala Bapenda Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur, mengapresiasi gerak cepat jajaran UPTD Pelayanan Pajak Polman yang tetap produktif dan inovatif dalam memberikan pelayanan di tengah pola kerja fleksibel.
“Pelayanan publik tidak boleh berhenti. Justru dalam kondisi seperti ini, kita dituntut lebih kreatif dan responsif dalam menjangkau masyarakat. Upaya seperti Samkel ini terbukti efektif dalam meningkatkan penerimaan daerah,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, Bapenda Sulbar optimistis bahwa strategi pelayanan jemput bola yang konsisten dan adaptif akan terus mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemerintah.
Tidak ada komentar