SINARSORE.ID, MAMUJU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat menghadiri kegiatan Musyawarah Provinsi (Musprov) IV INKINDO Sulawesi Barat Tahun 2026 yang dilaksanakan di Grand Maleo Hotel & Convention Mamuju, Senin 13 April 2026. Kehadiran PUPR menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para pelaku jasa konstruksi dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang berkualitas.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, dalam mewujudkan sektor konstruksi yang handal dan berwawasan lingkungan. Penguatan kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi profesi dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem jasa konstruksi yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dari Dinas PUPR Sulawesi Barat, kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat Fungsional Pembina Jasa Konstruksi, Firman Juang Mallarangeng. Ia menyampaikan bahwa keberadaan INKINDO telah lama menjadi bagian penting dalam pembangunan konstruksi di Sulawesi Barat.
“INKINDO bukan hal yang baru di Sulbar. Dalam berbagai kegiatan konstruksi, sudah sering anggota INKINDO yang mengambil peran dan berkontribusi. Hal ini tentu perlu terus dilanjutkan,” ujarnya.
Ia juga berharap kepengurusan INKINDO ke depan semakin solid dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan sektor konstruksi di Sulawesi Barat.
“Semoga kepengurusan ke depan semakin solid dan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik lagi demi kemajuan konstruksi Sulawesi Barat ke depan,” tambahnya.
Dalam Musprov tersebut, Azhar Azis kembali terpilih sebagai Ketua INKINDO Sulawesi Barat. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya transformasi peran konsultan di tengah tantangan efisiensi anggaran dan dinamika pembangunan saat ini.
Menurutnya, konsultan ke depan harus mengedepankan value based consulting, tidak hanya berorientasi pada pekerjaan semata, tetapi mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pembangunan.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa INKINDO harus menjadi organisasi yang resilient atau memiliki daya tahan kuat terhadap berbagai perubahan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
“Konsultan hari ini dituntut untuk lebih lincah, adaptif, dan kuat dalam menghadapi perubahan,” ungkapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Musprov INKINDO Sulawesi Barat juga menjadi ruang diskusi bagi para pelaku jasa konstruksi dalam merumuskan strategi konsultan daerah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, tanpa mengurangi kualitas layanan dan kontribusi terhadap pembangunan.
Melalui momentum ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan asosiasi jasa konstruksi dalam menciptakan sektor konstruksi yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan di Sulawesi Barat.
Tidak ada komentar