
SINARSORE.ID, MAMUJU – Menyikapi maraknya kasus kekerasan seksual yang melibatkan remaja di lingkungan pendidikan, Yayasan Karampuang menginisiasi program PERISAI Remaja (Perlindungan dari Intimidasi dan Kekerasan Seksual bagi Remaja) sebagai langkah nyata membangun kesadaran dan kemampuan remaja untuk melindungi diri serta teman sebaya dari berbagai bentuk kekerasan seksual.

Program ini telah dilaksanakan di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Mamuju, yakni Gedung Mini Teater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mamuju pada Sabtu (25/10/2025), SMKN 1 Tapalang pada Rabu (12/11/2025), dan SMAN 1 Kalukku pada Kamis (13/11/2025).
Setiap kegiatan melibatkan puluhan pelajar SMA/sederajat berusia 15–18 tahun dari berbagai sekolah di Kecamatan Mamuju, Simboro, Tapalang, Tapalang Barat, dan Kalukku.
Program PERISAI Remaja berfokus pada peningkatan pemahaman dan keterampilan remaja dalam mengenali bentuk kekerasan seksual, memahami cara melindungi diri, serta menumbuhkan keberanian untuk melapor bila melihat atau mengalami kekerasan. Selain itu, kegiatan ini juga membentuk jejaring antar pelajar sebagai upaya memperkuat perlindungan remaja di tingkat sekolah dan komunitas.

Direktur Yayasan Karampuang, Ahmad Martono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting bagi remaja untuk belajar mengenali, mencegah, dan berani bersuara terhadap kekerasan seksual.
“PERISAI Remaja bukan sekadar edukasi, tapi juga gerakan membangun kesadaran bahwa setiap remaja berhak atas rasa aman dan saling menghormati. Kami berharap para remaja dapat menjadi perisai bagi diri sendiri dan teman sebayanya,” ujarnya.
Materi kegiatan disampaikan oleh Ahmad Martono dan Dian Hardianti Lestari. Peserta mendapatkan pemahaman tentang hak anak dan remaja berdasarkan Konvensi Hak Anak, serta bentuk dan dampak kekerasan seksual. Selain itu, remaja juga dilatih menyusun strategi pencegahan kekerasan seksual di empat area: sekolah, keluarga, ruang publik, dan ruang digital.
Sebagai tindak lanjut, peserta menyusun aksi bersama seperti pembuatan konten edukasi kreatif berupa poster dan video pendek yang akan disebarluaskan di sekolah dan media sosial. Langkah ini diharapkan menjadi sarana edukasi sebaya dan memperluas jangkauan kampanye perlindungan remaja di Sulawesi Barat.
Salah satu peserta dari SMAN 1 Tapalang, Aura Nabila Maulida mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan ini.
“mengikuti kegiatan perisai remaja ini membuat saya semakin sadar bahwa kekerasan seksual itu bisa terjadi dimana saja, bahkan ditemat yang kita anggap paling aman, yaitu di rumah. Dari kegiatan ini juga saya jadi tahu ternyata kekerasan seksual bukan hanya fisik, namun juga ternyata bentuknya sangat beragam, bisa juga lewat kata-kata atau verbal,” tuturnya.
Peserta lain, Masyha Artilla, Ketua Osis SMAN 1 Kalukku, menambahkan bahwa dari kegiatan ini ia jadi mengetahui cara melindungi diri.
“Perasaan saya mengikuti kegiatan ini, saya sangat senang, disini saya belajar hal baru, lebih tahu bagaimana cara menjaga diri dan lebih tahu tentang kejadian-kejadian mengenai kekerasan seksual dan bagaimana kita menghindarinya,” ungkapnya.
Melalui PERISAI Remaja, Yayasan Karampuang berupaya memperkuat perlindungan anak dan remaja secara partisipatif, dengan menempatkan remaja sebagai subjek perubahan. Program ini diharapkan dapat berlanjut ke kecamatan lainnya di Kabupaten Mamuju, sehingga semakin banyak sekolah dan remaja yang menjadi bagian dari gerakan menciptakan “Ruang Aman untuk Semua”.

Tidak ada komentar