x

Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Umat, Biro Pemkesra Sulbar Gelar Workshop

waktu baca 2 menit
Jumat, 27 Feb 2026 20:25 12 Redaksi

SINARSORE.ID, MAMUJU – Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat menggelar Workshop Manajemen Pengelolaan Masjid Se-Sulawesi Barat pada Jumat (27/2/2025) di De Shanum Hotel, Mamuju. Kegiatan ini diikuti para pengurus masjid, tokoh agama, serta perwakilan organisasi keislaman dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat.

Workshop yang mengusung tema peningkatan kapasitas dan profesionalisme pengelolaan masjid ini bertujuan memperkuat tata kelola administrasi, manajemen keuangan, serta optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan umat.

Dalam sesi diskusi panel, sejumlah narasumber dan pejabat daerah membahas strategi pengelolaan masjid yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi dalam sistem administrasi dan pelaporan keuangan masjid menjadi salah satu poin penting yang disoroti guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana umat.

Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai sosial kemasyarakatan.

“Masjid harus dikelola secara profesional dan terbuka. Pengurus perlu memiliki pemahaman manajerial yang baik agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat. Transparansi dalam pengelolaan dana umat menjadi kunci utama,” ujar Murdanil.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengurus masjid dalam mendukung program pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Barat. Menurutnya, masjid dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter masyarakat yang religius, moderat, dan berdaya saing.

Sejalan dengan visi pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, penguatan tata kelola kelembagaan berbasis masyarakat, termasuk masjid, menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah.

“Melalui workshop ini, kami berharap lahir pengurus masjid yang tidak hanya amanah, tetapi juga inovatif dalam mengembangkan program-program pemberdayaan umat, seperti pendidikan Al-Qur’an, kegiatan sosial, hingga penguatan ekonomi berbasis masjid,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan masjid yang lebih terstruktur di seluruh wilayah Sulawesi Barat, sehingga masjid semakin berfungsi optimal sebagai pusat peradaban dan kesejahteraan masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA
x