
SINARSORE.ID, MAMUJU – Ratusan tenaga kontrak pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Mamuju (DLHK) yang sebelumnya melakukan mogok kerja akibat keterlambatan gaji, kini kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.

Kepala Bidang Kebersihan DLHK Mamuju, Marsaeni, mengungkapkan para tenaga kontrak tersebut mulai kembali bekerja sejak Rabu, 18 Februari 2026.
“Anggota sudah mulai kerja kemarin, alhamdulillah sudah diberikan pemahaman bahwa gaji terlambat karena dipihak ketigakan outsourcing dan tetap kita urus,” kata Marsaeni, Kamis, 19 Februari 2026.
Sebelumnya, sekitar 200 tenaga kontrak yang terdiri dari penyapu jalan, sopir truk sampah hingga pengemudi kendaraan roda tiga pengangkut sampah melakukan mogok kerja lantaran gaji Januari 2026 belum dibayarkan. Aksi tersebut sempat berdampak pada terhentinya aktivitas kebersihan di sejumlah titik di wilayah Kota Mamuju.

Marsaeni membenarkan adanya aksi mogok tersebut. Ia mengaku telah bertemu langsung dengan para tenaga kontrak untuk memberikan penjelasan terkait keterlambatan pembayaran gaji.
“Betul, sejak tadi malam saya ketemu dengan mereka. Saya bilang sabar dulu karena ini aturan baru. Sekarang sudah tidak bisa langsung kantor yang membayar gaji pegawai yang tidak masuk P3K paruh waktu. Harus dipihak ketigakan, harus ada vendor,” jelasnya, Senin, 16 Februari 2026 kemarin.
Menurutnya, anggaran pembayaran gaji sebenarnya telah tersedia. Namun, perubahan regulasi mengharuskan sistem penggajian dilakukan melalui pihak ketiga atau penyedia jasa (outsourcing), sehingga pembayaran tidak dapat dilakukan secara langsung seperti tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu masih bupati yang tanda tangan kontrak. Tapi sekarang regulasinya sudah tidak bisa bupati yang tanda tangan kontrak, harus dalam bentuk outsourcing,” terang Marsaeni.
DLHK Mamuju telah berkoordinasi dengan Inspektorat, BPKAD, serta Bagian Hukum guna memastikan proses administrasi berjalan sesuai ketentuan.
“Langkah yang sudah kami ambil, kami sudah ketemu Inspektorat, BPKAD, dan Bagian Hukum. Sekarang sementara diproses administrasi penggajiannya. Insyaallah Rabu dibawa ke ULP, jadi ada yang disiapkan penyedia,” tuturnya.
Pihak DLHK berharap proses administrasi tersebut segera rampung agar pembayaran gaji dapat dilakukan secepatnya dan pelayanan kebersihan di Kabupaten Mamuju kembali berjalan normal tanpa kendala.

Tidak ada komentar