x

Tetap Layani Masyarakat, Dinas Perpusip Sulbar Pastikan Layanan Offline Berjalan Normal di Masa WFA

waktu baca 2 menit
Kamis, 26 Mar 2026 13:59 5 Redaksi

SINARSORE.ID, MAMUJU – Meski kebijakan Work From Anywhere (WFA) sedang diberlakukan di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Sulbar memastikan layanan literasi kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Layanan kunjungan fisik atau offline tetap dibuka bagi para pemustaka yang ingin mengakses koleksi buku di ruang sirkulasi.

Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan informasi dan riset masyarakat, pelajar, hingga mahasiswa tidak terhambat. Pemantauan di lokasi menunjukkan aktivitas peminjaman dan pengembalian buku tetap berlangsung dengan penerapan protokol yang tertib.

Upaya ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi di masyarakat.

Komitmen Layanan di Tengah WFA

Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpusip Sulbar, Syarkiah, menegaskan bahwa sistem kerja fleksibel tidak mengurangi esensi pelayanan publik di perpustakaan. Ia menjelaskan bahwa kehadiran fisik pustakawan di ruang layanan tetap diatur sedemikian rupa.

“Meskipun saat ini masa WFA, kami di layanan pemustaka khususnya bagian sirkulasi tetap berkomitmen hadir secara fisik untuk melayani masyarakat. Kami memahami bahwa tidak semua kebutuhan pemustaka bisa terpenuhi secara digital, ada yang butuh mencari referensi langsung di rak atau sekadar memerlukan suasana tenang untuk membaca,” kata Syarkiah, saat ditemui di Ruang Sirkulasi pada Rabu (25/03/2026).

Akses Terbuka untuk Umum

Layanan yang tersedia mencakup:

Pendaftaran anggota baru.

Peminjaman dan pengembalian buku.

Ruang baca umum yang representatif.

Syarkiah menambahkan, antusiasme pemustaka tetap stabil. Pihaknya terus berupaya memberikan pendampingan bagi pengunjung yang memerlukan bantuan dalam mencari katalog buku agar proses pencarian informasi menjadi lebih cepat dan efisien.

Dengan tetap dibukanya layanan offline ini, diharapkan budaya baca di Sulbar terus terjaga dan fasilitas pemerintah tetap dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas meskipun di tengah penyesuaian pola kerja aparatur sipil negara.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA
x