SINARSORE.ID, MAMUJU – Seorang guru PPPK paruh waktu asal SMAN 1 Tammeroddo, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat Munawarah, menemui Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, untuk bersilaturahmi pasca lebaran sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas sejumlah unggahan di media sosial yang dinilai menyudutkan Pemerintah Provinsi Sulbar.
Berangkat atas inisiatif sendiri, Munawarah datang bersama kepala sekolah serta tokoh masyarakat. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, dengan obrolan ringan yang sesekali diselingi canda dan tawa bersama.
Sebelumnya, Munawarah menyampaikan kritik tajam melalui akun media sosialnya yang mengomentari tidak dibayarnya THR PPPK lingkup pemerintah provinsi Sulawesi Barat. Ia menuding Pemprov Sulbar membeda-bedakan antara PNS dan PPPK.
Ia mengaku tidak memahami dengan tuntas soal alasan serta regulasi yang mengatur hal tersebut. Sehingga ia pun menyadari bahwa postingannya dinilai berlebihan.
Dalam kesempatan silaturahmi ini, Munawarah mengakui kesalahannya atas postingan di media sosial yang dinilai berlebihan dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa.
“Saya datang karena inisiatif sendiri, saya disambut baik oleh Bapak Gubernur dan saya diberikan kebesaran hati beliau untuk dimaafkan. Saya juga berjanji tidak akan mengulangi hal-hal yang dapat merusak citra Pemprov,” ujarnya, Kamis (26/3/26).
Ditempat yang sama, Kepala SMA Negeri 1 Tammeroddo, Kabupaten Majene, Kasman, yang turut hadir, mengaku pertemuan itu menjadi pelajaran berharga. Ia mengapresiasi sikap lapang dada Gubernur Suhardi Duka dalam menerima permintaan maaf tersebut.
“Saya melihat langsung kebesaran hati beliau. Tidak ada marah sama sekali. Ini menjadi pembelajaran penting bagi kami, khususnya dalam menjaga sikap dan tanggung jawab sebagai guru yang menjadi bagian penting dari dunia pendidikan,” katanya.
Kasman juga menegaskan komitmennya untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di lingkungan sekolah yang dipimpinnya.
Sementara itu, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menyatakan bahwa kritik maupun penilaian dari masyarakat merupakan bagian dari konsekuensi jabatan.
“Bagi saya, sebagai pejabat saya harus terima semua. Mungkin kalau saya berhasil ada yang puji, kalau ada yang merasa sakit ada yang hina, itu bagi saya tidak ada masalah, kritik itu tidak mengganggu saya,” ujar Gubernur Sulbar yang akrab disapa SDK.
Permintaan maaf tersebut diterima dengan baik, sekaligus menjadi momentum refleksi bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
Tidak ada komentar