x

Pesta Rakyat dan Sandeq Silumba, Dua Tradisi yang Bikin Pamboang Dirindukan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 26 Sep 2026 23:43 15 Redaksi

SINARSORE.ID, MAJENE – Pesta rakyat di Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), memiliki tradisi yang berbeda dibandingkan pesta rakyat di sejumlah daerah lainnya.

Di Pamboang, pesta rakyat bukan sekadar perayaan. Tradisi ini juga menjadi momentum bagi warga untuk mempererat silaturahmi dengan membuka rumah mereka bagi siapa saja yang datang bertamu.

Pemilik rumah biasanya menyediakan beragam jajanan dan makanan khas Mandar yang dapat dinikmati para tamu. Mereka yang datang bukan hanya keluarga dari luar daerah, tetapi juga warga lain yang sekadar singgah.

Sejumlah makanan tradisional yang disajikan pun beragam, tergantung hidangan yang disiapkan masing-masing pemilik rumah. Di antaranya sambusa, jalang kote, tetu, jepa hingga bau peapi.

Tradisi tersebut telah menjadi agenda tahunan masyarakat Kecamatan Pamboang. Pelaksanaannya dimulai dari desa-desa yang ada di Pamboang secara bergantian, dengan waktu pelaksanaan yang tidak ditentukan secara serentak.

Setelah rangkaian pesta rakyat di desa-desa berlangsung, kegiatan kemudian digelar secara serempak dalam lingkup Kecamatan Pamboang. Momentum ini biasanya dimanfaatkan berbagai kalangan, mulai dari instansi, keluarga hingga kelompok yang menggelar reuni akbar.

Tradisi tersebut juga menarik perhatian warga yang tinggal di luar Pamboang. Bahkan, sebagian warga yang telah lama merantau sengaja kembali untuk menghadiri pesta rakyat.

Alin (18), warga Desa Tinambung, Kecamatan Pamboang, mengatakan dirinya telah tiga tahun menghadiri pesta rakyat tersebut. Meski lahir dan memiliki darah Pamboang, Alin mengaku besar di Kalimantan.

Alin (kaos hitam) usai mengungkap pengalamannya menghadiri Pesta Rakyat dan Sandeq Silumba di kampung halamannya (foto: Firdaus Tobelulu)

Menurutnya, pesta rakyat menjadi salah satu daya tarik yang membuatnya ingin kembali ke kampung halaman. Selain pesta rakyat, pelaksanaan Sandeq Silumba juga menjadi salah satu tradisi yang dinantikan karena tidak akan ditemukan di daerah lain.

“Saya sudah tiga tahun menghadiri pesta rakyat karena besar di Kalimantan, meskipun memang asli sini,” kata Alin, Sabtu 26 September 2026 malam.

Ia menyebut bukan hanya warga lokal yang meramaikan kegiatan tersebut. Warga dari luar Kecamatan Pamboang juga banyak berdatangan saat pesta rakyat digelar.

Pesta rakyat umumnya berlangsung antara Agustus hingga September. Warga dari luar Pamboang pun telah mengetahui jadwal pelaksanaannya sehingga dapat menyesuaikan waktu untuk datang.

Bagi Alin, keberlangsungan pesta rakyat dan Sandeq Silumba menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi masyarakat Pamboang.

“Semoga Sandeq Silumba terus diselenggarakan setiap tahunnya, sehingga pelestarian sandeq terus berlanjut,” ujarnya.

Pesta rakyat di Pamboang pada akhirnya bukan hanya menjadi ruang perayaan, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan warga, menjaga tradisi kuliner khas Mandar, serta memperkuat hubungan antara masyarakat yang tinggal di kampung halaman dan mereka yang merantau.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA
x