SINARSORE.ID, MAMUJU – Ketua PSSI Kabupaten Mamuju, Febrianto Wijaya, menyambut positif terselenggaranya kembali Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) di Bumi Manakara. Ia menilai, meski pelaksanaan terkesan mendadak, namun kolaborasi semua pihak mampu menghadirkan turnamen yang berjalan baik.
“Dua pertandingan semifinal tadi sangat menarik. Kita senang sekali Liga 4 bisa kembali digelar di daerah ini. Walaupun terkesan tiba-tiba, dengan kesigapan dan kolaborasi kita semua, ada sejumlah terobosan baru yang bisa dilakukan,” ujar Febrianto Wijaya, Minggu, 26 April 2026.
Dua tim asal Mamuju dipastikan melaju ke partai final. Menanggapi hal tersebut, Febrianto Wijaya menilai kedua tim sudah saling memahami kekuatan masing-masing sehingga laga puncak diprediksi berlangsung sengit.
“Karena sama-sama dari Mamuju, saya pikir mereka sudah saling mengetahui kekuatan. Siapapun yang juara nanti akan mewakili Sulawesi Barat di ajang Piala Presiden,” jelasnya.
Ia menambahkan, waktu menuju ajang nasional masih terbuka, sehingga tim juara diharapkan dapat mempersiapkan diri lebih matang.
“Entah pelaksanaannya Mei atau Juni, masih ada waktu untuk persiapan. Harapannya, Sulawesi Barat bisa berbicara di tingkat nasional,” pungkas Febrianto Wijaya.
Terkait dominasi tim asal Mamuju yang menembus final, Febrianto Wijaya menilai hal tersebut bisa menjadi indikator awal perkembangan pembinaan sepak bola di daerah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa partisipasi klub masih perlu ditingkatkan di masa mendatang.
“Boleh dikatakan pembinaan mulai baik, tapi jumlah klub masih sedikit. Tahun ini hanya tujuh tim, jadi belum bisa menjadi ukuran penuh. Namun dari empat semifinalis, tiga berasal dari Mamuju, ini tentu jadi bahan evaluasi untuk pemerataan di seluruh Sulbar,” ungkapnya.
Menjelang laga final, Febrianto Wijaya mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung, terlebih karena laga ini terbuka untuk umum.
“Karena ini gratis dan untuk meningkatkan antusiasme penonton, mari kita datang dengan tertib. Ini juga menjadi ukuran kedewasaan kita sebagai penikmat sepak bola. Apalagi ini liga resmi, kalau ada masalah bisa berdampak sanksi yang merugikan semua pihak,” tegas Febrianto Wijaya.
Ia juga berpesan kepada para pendukung kedua tim finalis agar menjaga sportivitas dan tidak melakukan tindakan yang merugikan.
“Sampaikan ke suporter masing-masing untuk tidak berkelahi, tidak melempar, dan tidak membuat keonaran. Kalau kita dirugikan, kita sudah maju selangkah tapi mundur tiga langkah. Akan sulit untuk bangkit kembali,” katanya.
Febrianto Wijaya turut mengapresiasi penyelenggaraan Liga 4 Sulbar yang dinilai sudah berjalan cukup baik, termasuk dari sisi siaran langsung pertandingan.
“Ini berjalan pelan-pelan, tapi sudah cukup baik. Bahkan bisa disiarkan secara live dengan kualitas yang bagus,” beber Febrianto Wijaya.
Menutup pernyataannya, ia mengingatkan kedua tim finalis untuk memaksimalkan waktu istirahat yang tersedia sebelum laga puncak.
“Satu hari ada waktu istirahat. Gunakan untuk menjaga konsentrasi, dan kita tunggu siapa yang akan menjadi juara,” tuturnya.
Tidak ada komentar