x

Kapolda Sulbar Tekankan Penguatan Mental, Eks Napiter Bedah Bahaya Radikalisme

waktu baca 2 menit
Kamis, 24 Sep 2026 10:54 9 Redaksi

SINARSORE.ID, MAMUJU – Ada yang berbeda dan menarik dalam program Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Polda Sulbar kali ini. Sebagai upaya preventif membentengi personel dari bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), Polda Sulbar menghadirkan dua mantan narapidana terorisme (eks napiter) terkemuka di Indonesia, Sofyan Tsauri dan Suryadi Mas’ud, sebagai pemateri utama.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Marannu Mapolda Sulbar ini, Kamis (24/9/26) dihadiri langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, para Pejabat Utama , serta seluruh personel Muslim Polda Sulbar.

Kedua pemateri yang kini telah kembali setia kepada NKRI tersebut membagikan kisah perjalanan hidup mereka, membedah faktor penyebab seseorang terpapar paham radikal, hingga memberikan testimoni mengenai bahaya doktrin ekstremisme.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyampaikan harapan besar agar kegiatan ini dapat membentuk karakter personel Polri yang lebih baik, berintegritas dan kokoh secara spiritual.

Kapolda menekankan bahwa kunci utama untuk menjadi pribadi yang mulia adalah dengan menjauhkan diri dari sifat sombong.

“Pesan saya, jangan pernah menjadi orang yang sombong. Hilangkan sifat buruk itu sekecil apa pun dari diri kita. Biarlah orang lain merendahkan kita, karena membumi itu jauh lebih baik dan menyelamatkan,” tutur Kapolda.

Lebih lanjut, Jenderal Bintang Dua ini mengajak seluruh jajarannya untuk merefleksikan hakikat kehidupan dan kematian. Ia mengingatkan bahwa jauh sebelum manusia diciptakan, telah ada ikatan janji suci dengan Allah Subuhanahu Wataalah, di mana segala jalan hidup manusia telah diatur sesuai kehendak-Nya.

“Kematian itu adalah sebuah kepastian. Maka manfaatkan sisa umur yang ada di dunia ini untuk konsisten melakukan kebaikan. Setiap ucapan yang keluar dari mulut mencerminkan kebiasaan dan isi hati kita. Di alam kubur nanti, seluruh perbuatan kita di dunia akan menentukan, apakah kita akan menerima kenikmatan atau justru siksaan,” tegas Kapolda.

Ia juga mengajak personel untuk merefleksikan kecintaan kepada Rasulullah Sallalahu Alaihi Wasallam untuk mendapatkan syafaat di hari akhir. Di akhir arahannya, Kapolda memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggotanya.

“Saya melihat rekan-rekan sekalian adalah polisi yang baik dan senantiasa mampu menunjukkan perilaku yang terpuji. Tunjukkan jati diri kalian sebagai muslim yang baik, karena pada umumnya, masyarakat menilai keindahan suatu agama dari bagaimana sikap dan perilaku para penganutnya,” tutup Kapolda.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Sofyan Tsauri dan Suryadi Mas’ud secara gamblang mengupas strategi kontra-radikalisasi agar personel kepolisian dapat mendeteksi serta menangkal infiltrasi paham radikal sejak dini di tengah masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA
x