
SINARSORE.ID, PASANGKAYU – Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Pasangkayu memperkuat pengawasan terhadap operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif untuk memastikan seluruh proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan.

Penguatan pengawasan mencakup pembenahan administrasi dan perizinan dapur, pengetatan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta peningkatan monitoring terhadap proses produksi dan distribusi makanan.
Korwil SPPG Pasangkayu, Syahril, menegaskan bahwa pembenahan dilakukan secara menyeluruh dengan menitikberatkan pada aspek kebersihan, keamanan pangan, serta kepatuhan terhadap standar operasional yang berlaku.
Salah satu fokus utama adalah melakukan validasi dan pengecekan kelengkapan dokumen dapur SPPG. Hal ini mencakup berbagai dokumen dan persyaratan yang berkaitan dengan kelayakan bangunan, higiene sanitasi, hingga pengelolaan limbah.

Selain aspek perizinan, pengawasan juga diarahkan pada ketepatan proses produksi dan distribusi makanan. Setiap dapur didorong untuk memastikan makanan diproses secara higienis, matang sempurna, serta didistribusikan dalam kondisi yang aman bagi penerima manfaat.
Korwil juga memperketat pengawasan terhadap proses pemorsian dan pengemasan. Informasi terkait waktu produksi dan batas konsumsi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas makanan selama proses distribusi hingga diterima oleh siswa maupun kelompok penerima manfaat lainnya.
Di lapangan, monitoring dilakukan secara berkala untuk melihat secara langsung kondisi dapur, kebersihan peralatan dan lingkungan kerja, higienitas petugas, kualitas bahan baku, serta proses pengolahan makanan. Menu yang memiliki tingkat risiko tertentu, termasuk sumber protein seperti telur dan daging, juga menjadi bagian yang mendapat perhatian dalam pemeriksaan.
Syahril mengatakan, langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk menghambat aktivitas pengelola SPPG, melainkan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan dan mengutamakan keselamatan penerima manfaat.
«“Kami ingin memastikan setiap proses berjalan sesuai SOP, mulai dari bahan baku, pengolahan, pemorsian sampai distribusi. Kebersihan dan keamanan pangan menjadi prioritas utama,” ujar Syahril.»
Ia menambahkan, setiap temuan ketidaksesuaian akan menjadi bahan evaluasi dan segera ditindaklanjuti melalui langkah korektif sesuai ketentuan yang berlaku.
Korwil SPPG Pasangkayu juga membuka ruang komunikasi bagi kepala sekolah, guru, orang tua, maupun masyarakat untuk menyampaikan laporan apabila menemukan persoalan terkait kualitas makanan MBG di lapangan.
Masukan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses evaluasi sekaligus menjadi bagian dari pengawasan bersama, sehingga pelaksanaan program MBG di Kabupaten Pasangkayu dapat terus berjalan secara aman, tertib, dan sesuai standar pelayanan.

Tidak ada komentar